Pada tahun 1970, Prajogo memulai kariernya di Djajanti Group, sebuah perusahaan kayu milik Burhan Uray. Pada tahun 1976, ia diangkat menjadi General Manager PT Nusantara. Namun, setahun kemudian, ia memutuskan untuk keluar dan mendirikan bisnisnya sendiri, yang menjadi awal mula kesuksesannya di dunia bisnis.
Perjalanan Bisnis Prajogo Pangestu Pada akhir 1970-an, Prajogo mendirikan Barito Pacific Timber. Perusahaan ini kemudian tumbuh pesat dan menjadi perusahaan kayu terbesar yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun 1993.
Setelah itu kerajaan bisnis Prajogo Pangestu makin menggurita hingga akhirnya berhasil menjadi konglomerat terkaya di Indonesia mengalahkan pemilik Djarum Grup dan BCA, Hartono bersaudara. (***)


