“Dengan metode culik tanam ini, petani dapat mempersingkat siklus penanaman sehingga dalam satu lahan bisa diperoleh hasil yang lebih maksimal,” kata Fadly.
Kelompok tani jagung di Kecamatan Nagreg pun menyatakan komitmennya untuk mendukung program ini dengan menargetkan luas tanam mencapai 2.000 hektare pada tahun 2026.
Fadly Samad menegaskan bahwa Polda Jabar melalui Biro SDM menjalankan empat skema utama dalam Program Ketahanan Pangan Nasional.
“Pertama, skema CSR dan pemodal tanpa bunga melalui program Keroyok Bareng Rame-rame dengan konsep satu Polsek mengelola dua hektare lahan,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, skema kedua adalah pinjaman melalui Primkoppol dengan sistem bagi hasil atau bunga sebesar 1,5 persen yang diberikan dalam bentuk kebutuhan pertanian seperti bibit, pupuk, obat-obatan, hingga alat dan mesin pertanian.
“Ketiga, kami mendorong dan memfasilitasi agar program Kredit Usaha Rakyat atau KUR dapat berjalan maksimal. Keempat, pemanfaatan lahan PTPN dan Perhutani melalui skema pinjam manfaat yang dikelola bersama kelompok tani,” pungkasnya. (HRH)

