KITAINDONESIASATU.COM – Kemenangan laga klasik Persebaya 1-0 atas PSM Makassar menjadi pemutus tren negatif Bajol Ijo di dua laga terakhirnya saat berlaga di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Rabu (25/2/2/2026) malam.
Kemenangan ini sekaligus menghentikan tren minor, Persebaya kembali bangkit di jalur kemenangan kembali dengan mengantongi tiga poin di kandang hasil dari tendangan Gali Freitas menit ke-27.
Kemenangan ini mengantarkan Persebaya tetap bertahan di posisi 5 besar klasemen Super League dengan mengoleksi 38 poin menjauhkan 3 poin dari bayangan Persita Tangerang dengan 38 poin.
Tiga poin di kandang sendiri memiliki arti penting bagi mentalitas tim, untuk kebangkitan setelah kehilangan 6 poin hingga Persebaya semakin jauh dari kompetitor terdekatnya Malut United yang mengoleksi 41 poin.
Di pertandiongan ini Green Force menjawab tekanan dengan performa agresif sejak awal laga, mendominasi di babak pertama terlihat jelas, hingga peluang tercipta, meski penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares tak menampik, fase sulit sebelumnya lahir dari detail-detail kecil yang berujung mahal dalam laga penuh emosional itu.
“Tentu saja. Tidak ada yang suka kalah. Saat melawan Bhayangkara di sini, laga kandang terakhir kami, mereka punya tiga peluang dan mencetak gol,” kata coach Tavares.
Gol pertama dari bola mati, ia juga punya peluang saat itu tapi tidak mencetak gol, kemudian di Jepara pun mengalami hal yang sama, gol tercipta dari bola mati, meskipun Persebaya punya peluang tapi tidak mampu menghasilkan gol.
Belajar dari situasi tersebut, Persebaya tampil lebih disiplin dan fokus untuk mencapai kemenangan.
Total 20 tembakan dilepaskan sepanjang laga melawan PSM Makassar, meski hanya 6 yang tepat sasaran, satu di antaranya mampu dikonversi menjadi gol penentu kemenangan.
“Jadi sangat penting bagi kami untuk menang. Karena dengan menang, pemain merasa senang dan mendapatkan kepercayaan diri,” ungkapnya.
Sebagai pelatih, melatih tim yang menang sangat berbeda dengan melatih tim yang kalah dan tidak punya kepercayaan diri.
Kemenangan ini menjadi titik balik kebangkitan mental tim, apalagi atmosfer GBT yang dipenuhi Bonek dan Bonita kembali menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk menjaga intensitas hingga peluit akhir.
Fokus berikutnya sudah menanti. Persebaya akan menghadapi tantangan berat melawan Persib Bandung, tim dengan kualitas individu yang mumpuni pada Senin (2/3/2026) di kandang Stadion GBT pekan depan.
“Saya berharap dengan kemenangan ini, pemain lebih percaya diri. Karena laga berikutnya melawan Persib yang punya skuad bagus. Kami harus fokus dengan sikap yang sama seperti hari ini,” pungkasnya. **


