Namun, pada pilkada tahun ini ia melihat tidak ada sosok yang dapat menjadi tokoh nasional usai terpilih menjadi Gubernur Jakarta.
“Menurut saya, dari dulu keadaan DKI selalu muncul tokoh-tokoh yang kemudian diharapkan menjadi leader secara nasional. Untuk kali ini enggak. Untuk DKI saja, orang DKI-nya enggak,” ujar legislator Senayan ini.
Sebagai informasi, berdasarkan data yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, ada 8.214.007 orang dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) tersebar di 14.835 Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Realita pasca penghitungan yang dilakukan oleh KPU Jakarta, angka partisipasi pemilih hanya 53,05 persen. Artinya, persentase golput di Jakarta sebanyak 46,95 persen atau setara dengan 3,8 juta jiwa. Angka ini menjadi persentase tertinggi sepanjang sejarah Pilkada Jakarta.(Aldi)

