KITAINDONESIASATU.COM – Tragedi pesta arak di Jember memakan korban lebih banyak. Jumlah tewas kini bertambah menjadi enam orang, setelah sebelumnya hanya dilaporkan empat orang meninggal dunia. Beberapa korban sempat dilarikan ke RS Daerah dr Soebandi Jember dalam kondisi kritis.
“Kami menerima empat pasien yang diduga menenggak minuman keras. Satu perempuan meninggal dunia dan tiga lainnya kritis saat dibawa ke rumah sakit,” ujar Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik RSD dr Soebandi, dr Triwiranto, Jember, Rabu (31/12).
Peristiwa nahas ini bermula saat delapan orang menggelar pesta minuman keras dengan total 25 botol arak di sebuah warung gasebo di Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Sabtu (27/12) malam hingga Minggu (28/12) dini hari.
Dua korban meninggal pada hari pertama, yaitu seorang perempuan berinisial MR dan seorang Babinsa PT. Kemudian pada Senin (29/12), tiga peserta lainnya, AM, ST, dan SL, meninggal dunia. Malam Selasa (30/12), korban keenam, MM, yang sempat kritis sejak pagi, akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya gangguan berat pada organ tubuh akibat alkohol, yang membuat kondisi para korban kritis sejak masuk IGD.
“Pemeriksaan darah menunjukkan kondisi sangat serius yang berpotensi menyebabkan kematian,” jelas dr Triwiranto.
Sementara itu, pihak Polres Jember belum mengonfirmasi penanganan kasus ini secara detail. Namun, Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Angga Riatma, memastikan akan melakukan razia ke lokasi-lokasi rawan pesta minuman keras, sekaligus mengimbau masyarakat untuk merayakan Tahun Baru dengan kegiatan positif, jauh dari minuman keras yang mematikan. (*)

