KITAINDONESIASATU.COM – Setelah kalah dari Irlandia 0-2, Timnas Portugal balas dendam melalui kemenangan Armenia 9-1 di Estadio do Dragao, Senin (17/11/2025) dini hari tadi.
Portugal bermain tanpa diperkuat Cristiano Ronaldo tetap bisa membuktikan kehebatannya untuk menjadi tim terbaik di Dunia.
Sembilan gol yang dihasilkan dari Timnas Portugal juga mengantarkan dua pemain tim ini mencetak hattrick yakni Bruno Fernandes dimenit ke-45+3, 51′ dan 72′ dan Joao Neves menit ke-30, 41′, 81′.
Sementara gol lainnya diciptakan oleh Renato Veiga menit ke-7, Goncalo Ramos menit k-28, Francisco Conceica dimenit ke90+2′ dan satu-satunya gol balasan dari Armenia dihasilkan oleh Eduard Spertyan menit ke-18′.
Kemenangan telak 9-1 atas Armenia tak lebih dari sekadar kemenangan tiga poin, namun merupakan penegasan posisi, stabilitas yang telah menjadi kebiasaan tim Portugal di kancah internasional.
Tiket lolos ke Piala Dunia 2026 di depan mata sekaligus merupakan partisipasi ketujuh timnas Portugal secara berturut-turut diajang Piala Dunia 2025, sebuah pencapaian yang luar biasa jika kita menilik kembali masa lalunya.
Bagi para penggemar Portugal dari generasi ke generasi, kenangan kekalahan kualifikasi Piala Dunia 1998 masih membekas.
Kartu merah Rui Costa yang nahas melawan Jerman menjadi simbol ketidakadilan dan kekecewaan nasional, namun, Portugal telah berubah sejak turnamen itu.
Mereka tidak pernah absen di putaran final Piala Dunia atau Piala Eropa sejak tahun 2000, rentetan 14 penampilan berturut-turut di turnamen besar ini menempatkan mereka setara dengan raksasa sepakbola Prancis, Spanyol, dan Jerman, melampaui Italia atau Belanda yang absen di dua Piala Dunia terakhir.
Meskipun kapten Cristiano Ronaldo yang terkena skorsing absen di laga penentu melawan Armenia, kekuatan Portugal nyatanya tidak berkurang sedikitpun.
Performa eksplosif generasi penerus menghasilkan pesta gol, melawan Aremnia, dengan Renato Veiga mencetak gol debut yang mengesankan, sementara Joao Neves dan Bruno Fernandes masing-masing bersinar dengan hat-trick.
Goncalo Ramos dan Francisco Conceicao juga mencetak gol, memastikan kemenangan meyakinkan 9-1.
Pencapaian kolektif ini juga membuka pintu bagi rekor-rekor individu yang luar biasa.
Jika Cristiano Ronaldo bermain di turnamen ini pada musim panas 2026, ia akan menjadi pemain pertama dalam sejarah bersama Lionel Messi, bermain 6 kali diajang Piala Dunia.
Ia juga berpeluang untuk memperpanjang rekornya yang belum pernah terjadi sebelumnya sebagai satu-satunya pemain yang mencetak gol di 5 Piala Dunia yang berbeda.
Saat ini, Ronaldo telah mencetak 8 gol di Piala Dunia, dan hanya dengan satu gol lagi, ia akan menyamai rekor Eusebio yang legendaris (9 gol) untuk menjadi pencetak gol terbanyak Portugal di ajang ini.
Lebih lanjut, jika Portugal berhasil meraih gelar juara, CR7 di usia 41 tahun akan menjadi pemain tertua yang memenangkan Piala Dunia, memecahkan rekor kiper Dino Zoff.
Dari tim yang sering absen di turnamen-turnamen besar, Portugal telah membangun kebiasaan menang.
Tiket ke Piala Dunia 2026 bukan hanya sebuah prestasi, tetapi juga penegasan posisi sebagai kekuatan sepak bola, siap untuk babak akhir yang gemilang bagi legenda terhebat yang pernah mereka lahirkan. **
