Gol ini memanaskan suasana GBLA dan memaksa PSS Sleman, yang dilatih Pieter Huistra, bermain lebih bertahan.
PSS, yang turun dengan formasi 4-3-3 dan mengandalkan Marcelo Cirino dan Vico Duarte di lini serang, kesulitan menembus pertahanan Persib.
Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai, meski Ciro Alves nyaris menggandakan keunggulan lewat tembakan jarak jauh yang dimentahkan kiper PSS, Alan Bernardon.
Babak kedua menjadi panggung Tyronne del Pino. Gelandang asal Spanyol ini mencetak gol kedua Persib di menit ke-53 melalui tendangan keras dari luar kotak penalti, memanfaatkan umpan Beckham Putra.
Tiga menit berselang, Tyronne kembali mencatatkan namanya di papan skor dengan sundulan akurat di mulut gawang, menyambut crossing sempurna dari Ryan Kurnia.
Skor 3-0 bertahan hingga peluit akhir, dengan Persib mencatatkan 62% penguasaan bola, 14 tembakan (7 on target), dan 6 sepak pojok, jauh mengungguli PSS yang hanya melepaskan 3 tembakan (1 on target).
Persib di Ambang Juara: Skenario dan Tantangan
Kemenangan ini memperlebar jarak Persib dengan Dewa United di posisi kedua, yang kini mengoleksi 53 poin setelah kalah 1-2 dari Malut United sehari sebelumnya.
Dengan hanya empat laga tersisa bagi Dewa United (maksimal 65 poin) dan lima laga bagi Persebaya Surabaya di posisi ketiga (52 poin, maksimal 67 poin), Persib hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengamankan gelar.
Jika Persib menang atas Malut United pada 2 Mei 2025 di Stadion Kie Raha, mereka akan mengumpulkan 67 poin, cukup untuk mengunci juara berkat keunggulan head-to-head atas Persebaya (menang 2-1 pada Maret 2025).


