KITAINDONESIASATU.COM – Menjelang berakhirnya libur Idulfitri 1447 Hijriah, pemerintah melalui Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan mulai mematangkan skema rekayasa lalu lintas untuk menghadapi puncak arus balik Lebaran 2026. Berdasarkan prediksi, lonjakan volume kendaraan menuju Jakarta dan sekitarnya diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 24, 28 dan 29 Maret 2026.
Dirjen Perhubungan Darat, Aan Suhanan mengatakan, demi menjamin kelancaran dan keselamatan pemudik, tiga instrumen utama rekayasa lalu lintas akan kembali diterapkan secara masif, yakni sistem Satu Arah (One Way), Lawan Arus (Contra Flow), hingga kebijakan Ganjil Genap.
“Skema One Way rencananya akan diberlakukan mulai dari Gerbang Tol Kalikangkung KM 414 hingga Tol Cikampek Utama KM 70 guna menguras kepadatan kendaraan dari arah Jawa Tengah dan Jawa Timur,” katanya kepada wartawan, Sabtu (21/3/2026).
Sementara itu, Contra Flow akan diterapkan secara situasional di titik-titik rawan kemacetan, terutama di ruas Tol Jakarta-Cikampek untuk menambah kapasitas lajur. Kebijakan Ganjil Genap juga tetap menjadi instrumen penting untuk membatasi jumlah kendaraan yang masuk ke jalan tol sesuai dengan tanggal kalender.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengimbau masyarakat untuk terus memantau jadwal spesifik pemberlakuan rekayasa ini melalui kanal informasi resmi. Para pemudik juga diingatkan untuk memastikan kondisi fisik prima dan saldo kartu tol yang mencukupi guna menghindari antrean panjang di gerbang tol.
Kedisiplinan pengguna jalan dalam mengikuti arahan petugas di lapangan menjadi kunci utama kelancaran arus balik tahun ini.(*)

