KITAINDONESIASATU.COM – Performa Persebaya Surabaya sedang menjadi sorotan kalangan pencinta sepakbola di tanah air khususnya para suporter Bonekmania yang kini berada di peringkat ke-7 klasemen sementara Super League 2025/2026.
Tren negatif skuad Bajol Ijo dengan lima laga terakhir hanya memiliki satu kemenangan yang diraih menjadi alrm serius pelatih Bernardo Tavares.
Penurunan ini menurut sang pelatih Tavares tak lepas dari berkurangnya persaingan di dalam skuat, terjadinya badai cedera sejumlah pemain membuat intensitas latihan menurun.
Kini dampaknya terjadi di lapangan dengan adanya minim kemenangan hingga berakhir dengan penurunan peringkat klasemen hingga pekan ini.
Hal ini menurut Bernardo hanya dapat ditingkatkan di masa depan jika kita memiliki persaingan di dalam skuat, kompetisi sehat di dalam tim menjadi elemen penting untuk menjaga performa agar tetap konsisten.
“Setiap pemain harus merasa posisinya tidak aman jika tidak memberikan kemampuan terbaik. Sangat penting bagi para pemain yang berlatih untuk merasa bahwa jika saya tidak melakukan 200% dalam latihan dan dalam pertandingan, saya akan kehilangan tempat utama saya di tim utama,” ujar Bernardo Tavares.
Situasi yang terjadi saat ini justru sebaliknya, banyaknya pemain yang absen membuat pilihan semakin terbatas, kreativitas permainan dan strategi menjadi minim opsi.
Rotasi pemain tidak berjalan optimal, sehingga keseimbangan tim ikut terganggu, dampak terlihat jelas di lini belakang yang lebih rentan.
Kombinasi pemain kunci dan minimnya variasi strategi membuat Persebaya Kesulitan menjaga konsistensi permainan.
Jika memiliki banyak pemain cedera tim tidak memiliki cukup pemain untuk mengikuti kompetisi, makan akan kesulitan.
Kini Persebaya bekerja keras mengembalikan performa tim, oleh karena pada bulan April padat, Persebaya siapkan fisik ekstra para pemainnya.
Bulan April menjadi fase penting bagi Persebaya Surabaya di kompetisi Super League 2025/26, dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, Bajol Ijo harus menghadapi lima pertandingan yang menuntut konsistensi, daya tahan, serta kesiapan mental.
Situasi itu membuat pelatih fisik Persebaya, Coach Shin Sang-gyu, langsung menyiapkan pendekatan khusus.
Ia menyadari jadwal yang rapat menuntut para pemain berada dalam kondisi fisik yang stabil dari pertandingan ke pertandingan.
Selama masa jeda Lebaran, tim kepelatihan sudah memberikan program latihan mandiri kepada para pemain agar kondisi tubuh tetap terjaga meski tidak berkumpul bersama tim.
“Memang kami sudah memberikan program latihan individu selama libur. Tetapi tentu saja latihan individu berbeda dengan latihan tim,” ujar Coach Shin.
Pelatih asal Korea Selatan itu menjelaskan waktu yang dimiliki tim pelatih untuk mengevaluasi kondisi pemain setelah masa jeda cukup terbatas.
Karena itu, proses adaptasi kembali ke ritme latihan tim harus dilakukan dengan cepat, tidak punya banyak waktu untuk benar-benar mengevaluasi bagaimana para pemain menjalankan program latihan mereka selama jeda.
“Waktu yang kami miliki sangat terbatas karena hanya ada pekan ini dan pekan depan sebelum pertandingan melawan Persita,” jelasnya.
Jadwal Persebaya di bulan April memang cukup menantang, Bajol Ijo akan menghadapi Persita Tangerang pada 4 April 2026
Kemudian akan bertemu Persija Jakarta pada 11 April 2026, dam menjamu Madura United pada 17 April 2026.
Selanjutnya bertandang ke markas Malut United pada 23 April 2026, dan menutup bulan dengan laga penuh gengsi melawan Arema FC pada 28 April 2026.
Melihat padatnya jadwal tersebut, Coach Shin menegaskan bahwa pekan latihan saat ini dimanfaatkan untuk meningkatkan kembali level kebugaran para pemain.
Ia ingin memastikan kondisi tim mendekati standar yang dibutuhkan untuk menghadapi tekanan pertandingan beruntun.
Kini Persebaya berada di peringkat ke-7 klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan mengantongi 39 poin.
Persebaya tertinggal dua poin dari Persita dan Bhayangkara FC dengan mengoleksi 41 poin dan dibayang bayangi PSIM Yogyakarta dengan mengoleksi 38 poin. **

