“Kami terus berkomunikasi dengan rumah sakit untuk memantau kondisi para korban. Sebagian santri sudah membaik dan dijemput oleh orangtuanya, tetapi ada juga yang masih dirawat karena luka berat,” ujarnya penuh harap.
Sebagai langkah untuk menjaga komunikasi dengan orang tua, Ustadz Abdurrahman mengungkapkan bahwa pihak pesantren telah menyediakan call center untuk wali santri dan keluarga.
“Kami ingin memastikan bahwa keluarga mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi anak-anak mereka. Kami sangat mengharapkan dukungan dan doa dari semua pihak agar proses penyembuhan berjalan lancar,” harapnya.
Di akhir pernyataannya, Ustadz Abdurrahman menyampaikan duka cita yang mendalam untuk semua korban, termasuk guru pendamping yang ikut dalam rombongan.
“Kami berdoa agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” pungkasnya.(Nicko)
)

