Berita UtamaSepakbola

Performa Stabil Kesuksesan Persebaya di Yogyakarta untuk Hadapi Dewa United

×

Performa Stabil Kesuksesan Persebaya di Yogyakarta untuk Hadapi Dewa United

Sebarkan artikel ini
skuad persebaya2
Skuad Persebaya Surabaya. foto: persebaya official

KITAINDONESIASATU.COM – Memasuki pekan ke-19 Super League 2025/2026 Persebaya telah memperlihatkan performa yang stabil dengan 9 laga tak terkalahkan berturut-turut, Selasa (27/1/2026).

Dari 9 laga tanpa kalah itu 4 kali pertandingan Persebaya berhasil meraih kemenangan dengan 5 kali bermain seri, akan tetap hasil itu bukan seluruhnya kerja pelatih Bernardo Tavares.

Hasil kerja Bernardo setelah ia bersama Persebaya pada 22 Desember 2025 dengan menangani 3 kali pertandingan dengan hasil kemenangan berturut-turut melawan Madura United 0-1, Malut United 2-1 dan laga terakhir mengalahkan 0-3 PSIM Yogyakarta.

Memasuki pekan ke-19 Persebaya akan menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya Minggu, 1 Februari 2026 pada malam hari.

Laga melawan PSIM Yogyakarta merupakan kesuksesan pelatih Bernardo pasca perombakan besar-besaran pemain Persebaya dengan komposisi perpaduan pemain baru dan lama.

Dalam laga ujicoba komposisi pemain baru dengan pemain lama sepertinya mendapati kesuksesan besar dengan ditandai mengalahkan telak 0-3 tuan rumah di Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta.

Striker baru Persebaya Bruno Paraiba juga tampil gemilang dalam debutnya pekan ke-18 Super League di kandang Laskar Mataram dengan berkontribusi satu gol yang menggandakan kemenangan persebaya dari gol pertama Gali Freitas sebagai pembuka kemenangan.

Penampilan apik striker asal Brasil menjadi fakta kebutuhan sosok striker yang haus gol dari Skuad Bajol Ijo untuk laga-laga berikutnya.

Meski demikian sang pelatih Bernardo Tavares masing enggan memberikan pujian berlebihan kepada sosok pria berusia 31 tahun mantan pemain Cheonan City FC ini.

Menurut Bernardo baginya semua pemain itu penting, bukan hanya pemain mencetak gol saja, tetapi pemain yang memastikan tim tidak kebobolan menjadikan penting bagi dirinya.

Disebutkan oleh pelatih asal Portugal jika kondisi Bruno Paraiba belum mencapai kondisi terbaiknya karena sempat mengalami masalah di laga saat melawan PSIM.

Untuk itu dilaga berikutnya saat Persebaya menjamu Dewa United nanti diharapkan dalam kondisi maksimal, bisa menutupi beberapa pemain yang bermasalah fisik.

Pada pekan ini Bernarno mengeluhkan banyak pemain memiliki beberapa masalah fisik yang dialami, untuk itu ia berharap bantuan dari departemen medis para pemain segera pulih, itu menjadi sesuatu yang penting.

Sementara penampilan apik dari pemain lokal Surabaya, Rachmat Irianto yang mampu mencetak gol solo run mendapat apresiasi dari sang pelatih.

Putra bek lengendaris Persebaya, Bejo Sugiantoro ini disebut oleh Bernardo sebagai Maradona-nya Persebaya, karena dia belum pernah melihat Rian sebelumnya.

“Kalau saya melihat gol hari ini dan saya belum pernah melihat Rian sebelumnya. Saya akan bilang namanya adalah Rian Diego Armando Maradona,” katanya.

Terlepas dari itu semua, hal yang paling penting adalah para pemain memahami taktik dan strategi yang diinginkannya.

Sementara hal lain yang harus dilakukan adalah mengurangi ruang gerak mereka dan mencoba untuk mengendalikan permainan kita dan terpenting mencetak gol.

Sementara gelandang anyar Persebaya Pedro Matos sudah tidak sabar untuk kembali melakoni pertandingan bersama Persebaya.

Ia baru saja debut ketika Persebaya bertandang ke Markas PSIM (25/1/2026) lalu, masuk sebagai pemain pengganti menggantikan Milos Raickovic pada menit ke 71.

Gelandang berusia 28 tahun itu tampil apik meskipun hanya bermain 24 menit mampu memenangkan 86 persen duel atas pemain PSIM.

Selain itu, ketika bermain dia mendapat mandat dari pelatih Persebaya untuk menempel ketat Ze Valente.

Usai laga ia mengaku sangat senang dan sudah tidak sabar untuk menjamu Dewa United 1 Februari mendatang.

“Dewa United adalah tim yang bagus dan terorganisasi. Kami harus fokus dari menit pertama dan bermain dengan intensitas tinggi,” ujar Pedro.

Laga ini akan terasa sangat spesial bagi Pedro, ia sangat menantikan bermain di GBT, banyak orang mengatakan atmosfernya luar biasa, dukungan Bonek dan Bonita pasti akan memberi energi tambahan baginya.

Pemain kelahiran 1998 itu menilai kehadiran suporter dapat menjadi faktor pembeda dalam pertandingan penting seperti ini, ia berharap tekanan dari tribun mampu membuat Persebaya lebih percaya diri dan agresif dalam menekan lawan. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *