Kritikus Sebut Hanya Kelanjutan Kebijakan Lama
Di sisi lain, para pengkritik di platform X (Twitter) membantah klaim tersebut.
Mereka menilai bahwa investasi yang didapat sebenarnya merupakan kelanjutan dari kebijakan dan negosiasi era pemerintahan sebelumnya.
Pakta pertahanan seperti pembelian jet tempur juga telah dirintis sebelum Prabowo menjabat.
Selain itu, kritikus juga menyoroti klaim penghematan (rombongan kecil) ke luar negeri.
Menurut mereka, perjalanan inti presiden tetap membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan mandat pemotongan anggaran, mereka mempertanyakan urgensi dan efektivitas biaya perjalanan dinas luar negeri yang sering.

