KITAINDONESIASATU.COM – Hubungan antara Pakistan dan Afghanistan mencapai titik terendah setelah militer Pakistan melancarkan serangan udara besar-besaran ke ibu kota Kabul dan beberapa kota lain pada Jumat (27/2/2026). Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, secara tegas menyatakan bahwa negaranya kini memasuki fase “perang terbuka” dengan otoritas Taliban di Afghanistan.
Langkah militer ini diambil sebagai respons atas meningkatnya agresi di sepanjang perbatasan. Pakistan menuduh Taliban tidak hanya gagal menjaga keamanan, tetapi juga telah menjadi “proksi” bagi India, rival utama Pakistan.
Asif menekankan bahwa Pakistan telah cukup bersabar selama 50 tahun dengan menampung jutaan pengungsi Afghanistan, namun serangan-serangan terbaru telah melampaui batas toleransi mereka.
Serangan udara yang dimulai sejak dini hari tersebut dilaporkan menghantam basis-basis militer di Kandahar dan Paktia, dengan klaim menewaskan 133 milisi Taliban. Menanggapi hal itu, pemerintah Afghanistan melalui juru bicara Zabihullah Mujahid langsung melancarkan serangan balasan ke pangkalan militer Pakistan di Kandahar dan Helmand.
Konflik bersenjata ini menandai eskalasi paling serius dalam beberapa dekade terakhir, memicu kekhawatiran akan krisis kemanusiaan yang lebih luas di kawasan tersebut.(*)

