Berita UtamaNews

Perang Israel-Iran 58 Ribu Jamaah Umrah Indonesia Tertahan di Makkah dan Madinah

×

Perang Israel-Iran 58 Ribu Jamaah Umrah Indonesia Tertahan di Makkah dan Madinah

Sebarkan artikel ini
perang iran
Situasi diberbagai kawasan Teluk termasuk Arab Saudi menyebabkan tertundanya kepulangan jamaah umrah di Makkah dan Madinah. foto: istimewa

KITAINDONESIASATU.COM – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaji) Sumatera Barat menyebut sekitar 2.500 orang jamaah umrah asal provinsi tersebut gagal pulang ke tanah air akibat perang Iran – Israel dan AS Senin (2/3/2026).

Kemenhaji Sumbar, M Rifki di Padang mengatakan diperkirakan jumlah jamaah haji umrah dari wilayhnya mencapai 2.500 orang, sebab dalam minggu ini rata-rata yang berangkat sekitar 1.000 jamaah.

Karena situasi perang Iran – Israel dan AS yang berdampak di negara Teluk membuat penerbangan sebagian di hentikan, sementara Arab Saudi bersama Oman, Yordania, dan Lebanon masih mengoperasikan dengan penerbangan terbatas.

Baca Juga  Hasil Semifinal Piala Asia Futsal 2026: Indonesia Ukir Sejarah ke Final Usai Tekuk Jepang 5-3

Akibat situasi tersebut kini berimbas terhadap kepulangan ataupun keberangkatan para jamaah umrah Indonesia khususnya dari Sumatera Barat langsung yang jumlahnya tidak sedikit.

Seperti dilansir kantor berita Antara menurut Rifki jumlah tersebut bisa saja lebih dari 2.500 orang jamaah karena terdapat jamaah umrah musiman yang sebelumnya juga bertolak ke Arab Saudi.

Ia menyebut jumlahnya bisa saja mencapai 300 orang jamaah asal Sumbar yang saat saat ini sedang berada di Arab Saudi.

Baca Juga  Setelah Dititipkan Kejagung, Kementerian BUMN Percayakan ke PT APN Kelola Sawit Milik PT Duta Palma

Sementara data dari Kemenhaj RI saat ini terdapat sekitar 58 ribu orang jamaah umrah Indonesia yang masih tertahan di Kota Makkah dan Madinah, mereka masih menunggu kepastian pulang ke tanah air.

Oleh karena itu mengingat situasi seperti ini Kemenhaj mengimbau kepada pihak travel umrah untuk menunda keberangkatan calon jamaah, bahkan mulai hari ini sudah tidak ada lagi penerbangan ke Tanah Suci dan sebaliknya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *