Tak hanya itu, Dedie menyebutkan lahan lain juga telah disiapkan di Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, untuk pembangunan SMA Negeri 12 Kota Bogor. Ia menegaskan bahwa kedua lokasi tersebut merupakan bagian dari respons atas tingginya kebutuhan tiga SMA negeri baru di Kota Bogor.
“Untuk satu lagi, kami sedang mengupayakan pembangunannya di Kecamatan Bogor Timur. Jika ketiga SMA ini bisa diwujudkan dan diselesaikan dalam lima tahun kepemimpinan Kang Dedi Mulyadi, Insyaallah, Kota Bogor akan lebih beres dalam urusan pendidikan SMA,” ucap Dedie.
Menurutnya, penambahan jumlah SMA negeri di Kota Bogor tidak hanya soal daya tampung, tetapi juga berhubungan erat dengan pemerataan kualitas pendidikan dan pengurangan dampak negatif dari kebijakan zonasi dan domisili yang selama ini menjadi sumber polemik di masyarakat. Banyak kasus ditemukan, di mana orang tua ‘menitipkan’ alamat anaknya demi masuk sekolah negeri tertentu, sehingga menimbulkan ketidaktertiban administrasi kependudukan.
Dedie menegaskan, koordinasi, kolaborasi, dan sinergi antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat sangat penting untuk mengatasi berbagai tantangan dalam sektor pendidikan, terutama dalam penyediaan fasilitas pendidikan menengah atas.
Mengakhiri sambutannya, Dedie Rachim juga menitipkan pesan kepada seluruh siswa SMA di Kota Bogor agar terus semangat belajar dan berjuang meraih mimpi, termasuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (Nicko)


