KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan tegas memastikan bahwa program subsidi pangan murah bagi warga berpenghasilan rendah akan terus berjalan tanpa pengurangan anggaran, bahkan hingga tahun 2026.
Penegasan ini disampaikan untuk menepis kekhawatiran masyarakat terkait isu pemotongan anggaran dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, Jumat 14 November 2025 menjamin bahwa anggaran yang dialokasikan dalam R-APBD 2026 masih dapat ditambah (top up) melalui mekanisme seperti pergeseran dari Belanja Tidak Terduga (BTT) atau melalui Anggaran Perubahan.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Hingga akhir tahun ini dan ke depannya, seluruh komoditas pangan bersubsidi tetap tersedia. Program ini akan terus berlanjut tanpa pengurangan anggaran sebagai bentuk komitmen kami,” ujar Hasudungan.
Hingga saat ini, Pemprov DKI telah menyalurkan lebih dari 16 juta komoditas pangan bersubsidi. Komoditas tersebut meliputi beras, telur, daging ayam dan sapi, ikan kembung, serta susu UHT.
Program ini menjangkau lebih dari 1 juta penerima manfaat dari berbagai kelompok seperti pemegang Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP+), Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Pekerja Jakarta (KPJ), hingga guru honorer dan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).(*)

