Berita UtamaNews

Pemkot Tangsel Turun Tangan, Semua Korban Ledakan Pamulang Dapat Perawatan Gratis

×

Pemkot Tangsel Turun Tangan, Semua Korban Ledakan Pamulang Dapat Perawatan Gratis

Sebarkan artikel ini
ledakan
Dok. Brimob Polda Metro Jaya Tangani Ledakan di Pamulang, Ini Penyebabnya / Kolase

KITAINDONESIASATU.COM – Ledakan misterius yang mengguncang kawasan pemukiman Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Jumat dini hari, 12 September 2025, menyisakan duka mendalam. Tujuh warga menjadi korban, puluhan lainnya mengungsi, serta delapan rumah warga hancur akibat dentuman dahsyat yang terdengar hingga radius 500 meter.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel langsung bergerak cepat. Wakil Wali Kota, Pilar Saga Ichsan memastikan seluruh biaya perawatan korban di rumah sakit ditanggung penuh oleh pemerintah.

“Untuk seluruh korban yang terluka, insya Allah kami anggarkan. Sudah melalui BPJS dan sumber anggaran lainnya. Prioritas utama adalah penanganan medis bagi korban,” ujar Pilar di lokasi, Sabtu, 13 September 2025.

Hingga kini tercatat empat korban masih menjalani perawatan intensif. Salah satunya bahkan harus dirujuk dari RS Hermina Ciputat ke RS Tarakan Jakarta karena mengalami luka bakar 100 persen.

“Suaminya sudah kita rujuk ke RS Tarakan. Kondisinya karena itu luka bakar 100 persen,’’ imbuh Pilar.

Tak hanya fokus pada korban luka, Pemkot Tangsel juga menjamin kebutuhan dasar bagi warga yang kini mengungsi di Musala Daarun Naiim. Mulai dari makanan, dapur umum, popok bayi, susu, hingga kebutuhan anak telah disalurkan BPBD dan Dinas Sosial. Tim medis dari Dinas Kesehatan pun ikut berjaga di posko pengungsian untuk memastikan kondisi kesehatan para pengungsi.

“Insya Allah bagi warga yang membutuhkan tempat sementara, akan kita carikan hunian layak. Kalau perlu, kita sewakan rumah untuk mereka,” ucap Pilar.

Di sisi lain, penyelidikan polisi mulai menguak fakta penting. Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri menemukan tabung gas 12 kilogram dan tiga tabung gas 5 kilogram di lokasi ledakan. Diduga kuat, tabung-tabung tersebut menjadi sumber ledakan.

“Selain tabung gas, juga ditemukan selang regulator dan satu unit kompor yang terbakar. Semua barang bukti sudah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut,” kata Kasubdit Metalurgi Forensik Puslabfor Polri, Kompol Heriyandi.

Adapun ledakan maut yang terjadi antara pukul 05.15 hingga 05.30 WIB itu tak hanya memakan korban jiwa, tetapi juga merusak delapan rumah warga. Empat di antaranya rusak berat, sementara empat lainnya mengalami kerusakan ringan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *