“Kami sedang mempercepat proses penganggaran dan penyusunan desain teknis trase baru, agar penanganan jangka panjang dapat dilakukan tahun ini juga. Kami ingin solusi yang komprehensif, bukan sekadar tambal sulam,” jelas Dedie Rachim.
Langkah proaktif ini mencerminkan komitmen Pemkot Bogor dalam membangun sistem infrastruktur yang lebih tangguh serta adaptif terhadap risiko bencana. Di sisi lain, sinergi lintas institusi antara pemerintah daerah dan BTP menjadi pilar utama dalam percepatan penanganan.
Pemkot Bogor menegaskan bahwa keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama, sekaligus meneguhkan komitmen dalam membangun kota yang berdaya tahan terhadap tantangan iklim dan geologis di masa mendatang. (Nicko)

