KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Kota Bekasi dipastikan telah menyiapkan dapur umum dan juga petugas kesehatan untuk keperluan masyarakat yang terdampak banjir di Pondokgede Permai, Jatiasih, Selasa (4/3/2025).
Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mengatakan, dapur umum itu disediakan bagi masyarakat terdampak banjir sejak pagi tadi.
“Kami mengintruksikan camat untuk segera siapkan dapur umum dan menerjunkan para petugas BPBD dan petugas kesehatan,” kata Bobihoe saat meninjau lokasi banjir. Bobihoe menjelaskan, para petugas telah mereka siagakan sejak Selasa dini hari hingga banjir surut.
Petugas itu nantinya akan membantu warga yang terjebak di dalam rumah dan mengevakuasinya ke tempat pengungsian.
Hingga kini, koordinasi bersama dengan BPBD Kota Bekasi dan dinas terkait lainnya masih terus dilaksanakan guna proses evakuasi masyarakat yang terdampak.
“Prasarana evakuasi telah diterjunkan ke wilayah terdampak. Pak Wali Kota (Tri Adhianto) juga terus terjun kelapangan,” jelas dia.
Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bekasi serta kiriman air dari Bogor menyebabkan banjir di sejumlah titik di Jatiasih, Selasa (4/3/2025).
Camat Jatiasih, Ashari, mengungkapkan bahwa banjir merendam 11 RW yang tersebar di empat lokasi utama, yakni Pondok Gede Permai (PGP), Villa Jatirasa RW 11 dan RW 12, Pondok Mitra Lestari, serta Kemang IFI.
“Di Pondok Gede Permai ada sekitar tiga sampai empat RW yang terdampak, kemudian di Villa Jatirasa RW 11 dan RW 12, lalu Pondok Mitra Lestari, serta Kemang IPI,” jelas Ashari.
Ketinggian air bervariasi di setiap titik, dengan kondisi terparah terjadi di Pondok Gede Permai, Villa Jatirasa, dan Pondok Mitra Lestari, yang sudah mencapai lebih dari tiga meter. Sementara itu, Kemang IFI terendam hingga lebih dari satu meter.
Upaya evakuasi telah dilakukan untuk kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia. “Di wilayah Jatirasa, kami sudah mengevakuasi satu keluarga yang terdiri dari ibu hamil dan anak-anak, serta lebih dari 10 lansia,” ujar Ashari.
Namun, proses evakuasi masih menghadapi kendala akibat derasnya arus Kali Bekasi, yang membuat penyelamatan secara manual menjadi sulit dilakukan. “Jumlah warga terdampak cukup besar, diperkirakan lebih dari 10 ribu kepala keluarga,” tambahnya. (Joy Andre/Yo)
