KITAINDONESIASATU.COM – Tawuran antarwarga yang kerap terjadi di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, mendorong Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggagas program “Manggarai Berselawat”. Program ini bertujuan untuk meredam potensi konflik dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Pramono mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya aksi kekerasan yang meresahkan warga. Menurutnya, pendekatan keagamaan melalui kegiatan berselawat dapat menumbuhkan rasa persaudaraan dan empati di antara warga.
“Manggarai Berselawat” direncanakan sebagai kegiatan rutin yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, pemuda, dan warga dari berbagai latar belakang. Kegiatan ini akan diisi dengan pembacaan selawat, tausiah agama, dan doa bersama untuk kedamaian Manggarai.
Pramono menekankan pentingnya pendekatan kultural dan keagamaan dalam menyelesaikan konflik tersebut. Program “Manggarai Berselawat” nantinya juga akan melibatkan semua pihak, termasuk majelis taklim.
Selain itu, ia juga akan meminta wali kota untuk mempersiapkan pelaksanaan program tersebut. “Karena nggak bisa hanya menyalahkan saja. Karena menurut saya cara-cara seperti itulah yang harus dilakukan. Sehingga dengan demikian ada pendekatan kultural, keagamaan, orang dihargai,” katanya.
Ia menjelaskan, salah satu faktor pemicu tawuran di Manggarai adalah masalah ketidakberuntungan warga, terutama anak-anak muda yang belum memiliki pekerjaan tetap. Selain itu, kurang optimalnya pemanfaatan sarana olahraga dan fasilitas publik lainnya juga dinilai turut memberikan kontribusi.(*)

