KITAINDONESIASATU.COM – Pukulan berat Persebaya pasca kekalahan dari Borneo FC Samarinda 5-1, kini persebaya terus melakukan evaluasi mendetail untuk seluruh tim, Selasa (17/3/2026).
“Kekalahan 1-5 tentu menjadi pelajaran yang berat bagi kami, dan saya percaya semua pemain ingin bangkit dan menjadi lebih kuat,” ujar pelatih Persebaya, Bernardo Tavares.
Situasi itu juga menempatkan posisi Persebaya di klasemen sementara Super League mengalami kemerosotan cukup dalam, jika sebelum masuk 5 besar kini berada di peringkat ke-7 klasemen.
Persebaya mengoleksi 39 poinbersaing keras dengan PSIM Yogyakarta dengan koleksi 38 poin sedang Bhayangkara FC mengeoleksi 41 poin.
Dalam laga pekan ke-26 nanti Persebaya bakal menjamu Persita Tangerang pada 4 April 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo.
Tentu saja laga ini menjadi laga penting Bajol Ijo untuk meraih poin penuh di kandang sendiri pasca kekalahan di laga pekan sebelumnya yang habis di bantai lawan Borneo FC.
Persita yang memiliki 41 poin di atas Persebaya menjadi laga sulit dimana persebaya bermodal tren negatif pasca kekalahan dari Borneo FC, namun beruntungnya pertandingan di gelar di kandang sendiri.
Jeda kompetisi Super League sekitar dua pekan benar-benar dimanfaatkan pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, untuk membenahi kondisi timnya.
Bernardo menginginkan masa rehat ini menjadi momentum bagi para pemain untuk memulihkan tenaga sekaligus menguatkan kembali mental setelah menjalani rangkaian pertandingan yang padat.
“Kami memutuskan untuk memberikan waktu kepada para pemain sebelum kembali mempersiapkan diri. Target kami adalah kembali lebih kuat, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara mental,” jelas Tavares.
Tavares mengakui kekalahan telak yang dialami Persebaya saat bertandang ke markas Borneo FC pada laga terakhir sebelum jeda kompetisi meninggalkan rasa kecewa di dalam tim.
Namun demikian ia melihat momen itu juga membangkitkan tekad para pemain untuk memperbaiki diri untuk menghadapi laga berikutnya melawan Persita Tangerang.
Pelatih asal Portugal tersebut juga memastikan masa rehat ini tidak berarti para pemain sepenuhnya berhenti berlatih, bersama staf pelatih, ia telah menyusun program latihan khusus agar kondisi fisik para pemain tetap terjaga selama jeda kompetisi.
“Selama masa rehat ini, para pemain tetap menjalani program yang sudah kami siapkan. Kami membagi mereka ke dalam beberapa kelompok, dan setiap kelompok dipantau oleh anggota staf teknis yang bertanggung jawab mengawasi program tersebut,” kata Tavares.
Setiap pemain juga mendapatkan program latihan individu yang harus dijalankan secara disiplin selama masa jeda.
Program tersebut dirancang agar kebugaran pemain tetap terjaga sekaligus mempersiapkan mereka kembali ke intensitas latihan tim.
“Setiap pemain juga mendapatkan program latihan individu yang harus dijalankan selama masa jeda ini. Tujuan kami jelas, agar mereka tetap bekerja dengan baik selama rehat dan bisa kembali dalam kondisi yang lebih kuat ketika tim kembali berkumpul,” jelasnya.
Karena itu, saat tim kembali berkumpul nanti, staf pelatih akan langsung melakukan pemeriksaan kondisi para pemain. Tavares berharap seluruh pemain datang dengan kesiapan yang baik untuk memulai kembali persiapan menuju pertandingan berikutnya.
“Karena itu, pada hari pertama latihan nanti kami akan kembali melakukan pengecekan kondisi mereka, dan saya berharap semuanya datang dalam keadaan siap,” pungkasnya. **

