KITAINDONESIASATU.COM – Perayaan Cap Go Meh kembali diselenggarakan dengan meriah di Kota Bekasi pada hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek.
Ribuan warga dari berbagai latar belakang agama turut memadati Jalan Raya Ir Juanda, Margahayu, Bekasi Timur untuk menyaksikan pawai yang sudah menjadi tradisi turun-temurun.
Ketua Yayasan Pancaran Tri Dharma, Ronny Hermawan, menjelaskan bahwa Cap Go Meh merupakan puncak dari rangkaian perayaan Imlek.
“Cap Go artinya 15, jadi ini adalah hari penutupan Tahun Baru Imlek yang sudah kita rayakan,” ujar dia di lokasi, Rabu (12/2/2025).
Menurutnya, antusiasme masyarakat sangat tinggi, terlihat dari warga yang berbondong-bondong keluar ke gang-gang dan jalanan untuk menantikan barongsai serta atraksi pawai lainnya.
“Perayaan ini bukan hanya ditunggu oleh masyarakat Tionghoa, tetapi juga oleh warga dari berbagai latar belakang. Semua bertanya-tanya kapan pawai dimulai karena ini sudah menjadi tradisi sejak ratusan tahun lalu,” tambahnya.
Ronny menjelaskan, perayaan Cap Go Meh di Kota Bekasi terasa lebih istimewa karena pada dua tahun sebelumnya bertepatan dengan masa tenang Pemilu dan juga Covid-19.
“Tahun lalu tidak ada, dan waktu Covid-19 juga ditiadakan karena larangan berkumpul. Jadi tahun ini sangat spesial,” kata Ronny.
Selain sebagai hiburan bagi masyarakat, Cap Go Meh juga memiliki makna spiritual.


