Sejarah Patung Yesus di Sibea-Bea, Samosir
Pembangunan Patung Yesus ini merupakan kolaborasi antara Yayasa Jadilah Terang Danau Toba dan pemerintah. Didukung pula oleh Pemerintah Kabupaten Samosir melalui pembinaan Dinas Pariwisata dan pemungutan pajak. Tidak hanya itu, pemerintah juga berkontribusi dalam pembangunan jalan menuju lokasi patung berada. Pembangunan Patung Tuhan Yesus di Sibea-Bea dimulai sejak tahun 2020 dan selesai di tahun 2024. Bahkan, peresmiannya baru terjadi sekitar satu bulan lalu, tepatnya 21 September 2024.
Dibangunnya Patung Yesus tersebut pastinya bukan tanpa alasan, melainkan dengan mempertimbangkan beberapa hal. Contohnya adalah upaya peningkatan daya tarik pariwisata di kawasan Danau Toba, sebagai simbol keberagaman dan toleransi beragama di Sumatra Utara, serta diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyrakat.
Ternyata Patung Yesus di Bukit Sibea-bea memiliki nama resminya dengan nama Patung Kristus Penyelamat. Berdiri megah di atas bukit menghadap Danau Toba, pose Tuhan Yesus membuka kedua tangannya ini diartikan seolah ingin merangkul serta melindungi area di sekitarnya. Menariknya lagi, warna catnya yang putih akan memantulkan cahaya matahari sehingga berefek seperti bersinar terang.
Untuk menuju ke lokasi Patung, para pengunjung bila dari kota Medan, harus menempuh jarak 177 Km atau memakan waktu 4 s/d 5 jam. Dan, bagi wisatawan dari luar propinsi Sumatera Utara, bisa menggunakan jalur transportasi udara, langsung menuju Bandara Silangit.
Seperti tempat wisata kebanyakan, akses ke sana melibatkan biaya tiket masuk sebesar Rp5 ribu rupiah. Tambahannya adalah biaya parkir sebesar Rp20 ribu untuk kendaraan bermotor, Rp100 ribu untuk bus, dan Rp50 ribu untuk mobil. ***


