KITAINDONESIASATU.COM – Pelatih Timnas Indonesia asal Belanda, Patrick Stephan Kluivert mengungkapkan kekecewaan yang mendalam menyusul kegagalan Timnas Indonesia menembus Piala Dunia 2026.
Dua laga terakhir di babak kualifikasi Indonesia melawan Arab Saudi dan Irak Indonesia gagal mendapatkan poin sama sekali alias 0 poin di pertandingan Group B bersama Arab Saudi dan Irak.
Laga perdana di Group B Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion King Abdullah Sport City Jedah pada Kamis dan Minggu indonesia gagal mendapatkan kemenangan sama sekali, kalah dari Arab Saudi 2-3 dan ditundukkan Irak 1-0 dengan demikian Indonesia tidak mendapatkan poin sama sekali dan gagal ke putaran Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serika, Kanada dan Meksiko.
Kegagalan Timnas Indonesia yang dirasakan pelatih kelahiran Amterdam Belanda 1 Juli 1976 ini mengungkapkan kekecewaannya melalui akun instagramnya @patrickkluivert9.
“Wahai Indonesia. Aku merasakan sakit dan kekecewaan yang sama seperti yang kau rasakan. Kekalahan melawan Arab Saudi dan Irak adalah pelajaran pahit, tetapi juga pengingat seberapa tinggi mimpi kita bersama,” tulis Patrick dalam unggahannya.
Patrick kemudian menjelaskan sebagai pelatih kepala, dia merasa bertanggung jawab penuh, dia telah memberikan segalanya, dengan hati, dengan disiplin, dan dengan kesatuan. Setiap hari, tim ini telah bekerja untuk tumbuh, belajar, dan mewakili Indonesia dengan bangga.
“Kami tidak mencapai Piala Dunia 2026, tetapi kami telah menetapkan standar baru, yang dapat kami bangun dengan percaya diri,” katanya.
Dia kemudian mengatakan jika dirinya telah bekerja tanpa lelah untuk menyatukan pemain dari rumah dan diperantauan menjadi satu keluarga, didukung oleh staf yang selalu berdiri sehati dan sehati.
“Ini adalah bagian dari perjalanan yang lebih panjang, untuk tim, untuk bangsa, dan untuk semua orang yang percaya. Sepak bola indonesia. Kemajuan sejati membutuhkan waktu. Dan apa yang telah kita bangun bersama akan terus tumbuh, melampaui hari ini. Benih sudah ditanam, dalam pola pikir, dalam budaya, dan dalam keyakinan bahwa Indonesia. Milik di panggung terbesar.”
Lebih jauh Patrick mengungkapkan untuk semua orang yang berada di samping kami, di stadion, di jalanan, dan di rumah.
“Your voice matters. Your support lifts us. Your trust moves us. Terima kasih !🇮🇩,” di akhir pesannya.
**

