KITAINDONESIASATU.COM – Gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera antara Israel dan Hamas dimulai pukul 8.30 pagi waktu setempat (6.30 pagi GMT) pada hari Minggu, 19 Januari 2025.
Langkah ini memberi harapan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama 15 bulan di Timur Tengah, menurut laporan dari Reuters.
Pasukan Israel dilaporkan mulai mundur dari wilayah Rafah di Gaza menuju koridor Philadelphi yang terletak di sepanjang perbatasan Mesir-Gaza.
Militer Israel telah mengingatkan warga Gaza untuk tidak mendekati pasukan mereka atau bergerak di sekitar wilayah Palestina menjelang batas waktu gencatan senjata pada pukul 06.30 GMT, dan mengatakan akan ada petunjuk lebih lanjut tentang prosedur transit yang aman setelah pergerakan diperbolehkan.
Perjanjian gencatan senjata ini tercapai setelah beberapa bulan negosiasi yang difasilitasi oleh Mesir, Qatar, dan AS, dan bertepatan dengan pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS pada 20 Januari.
Gencatan senjata ini terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama akan berlangsung selama enam minggu, di mana 33 dari 98 sandera yang masih ditahan, –termasuk wanita, anak-anak, pria di atas 50 tahun serta mereka yang sakit dan terluka– akan dibebaskan sebagai bagian dari pertukaran dengan hampir 2.000 tahanan dan sandera Palestina.- ***
Sumber: The Guardian

