Langkah ini diumumkan tak lama setelah negosiasi panjang antara AS dan Iran gagal mencapai titik temu.
Wakil Presiden AS, JD Vance, menyebut pembicaraan selama lebih dari 20 jam tidak menghasilkan kesepakatan akhir.
Ia menilai keputusan kini berada di tangan Teheran untuk menentukan arah berikutnya.
Situasi ini membuat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat, terutama di jalur vital perdagangan energi dunia tersebut.
Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling strategis, yang dilalui sebagian besar distribusi minyak global.
Kebijakan terkait Selat Hormuz ini diperkirakan akan berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan internasional.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Iran terkait langkah terbaru dari Donald Trump tersebut.***


