Di sisi lain, mantan perwira intelijen AS, Scott Ritter, menyoroti meningkatnya risiko F-35 dalam konflik Iran.
Pesawat tempur siluman F-35 Lightning II disebut kini lebih rentan karena harus mendekati wilayah Iran untuk menjalankan misi serangan.
Menurut Scott Ritter, Iran mulai menggunakan sistem pertahanan udara yang mampu menantang dominasi udara AS.
Bahkan, ada laporan bahwa upaya serangan terhadap F-35 mulai terjadi, menandai perubahan signifikan dalam risiko F-35 dalam konflik Iran.
Serangan Dinilai Belum Lumpuhkan Iran
Meski Amerika Serikat disebut berhasil menghancurkan sejumlah target, kemampuan industri pertahanan Iran tetap bertahan.
Banyak fasilitas penting telah dipindahkan atau disembunyikan, sehingga sulit dijangkau dalam operasi militer.


