Bahan yang digunakan dalam penyemaian awan umumnya berupa natrium klorida (garam) atau bahan higroskopis lainnya, yang mempercepat pembentukan butiran air dalam awan sehingga hujan turun lebih cepat atau dialihkan ke lokasi yang lebih aman, seperti di laut.
Mengurangi Hujan Ekstrem
Ketua Tim Teknik OMC BMKG Pusat, Bayu Prayoga, menjelaskan bahwa OMC tidak bertujuan untuk menghilangkan hujan sepenuhnya, karena itu memerlukan energi yang sangat besar.
Namun, dengan teknik penyemaian yang tepat, OMC dapat mengurangi intensitas hujan ekstrem, terutama di daerah-daerah rawan banjir dan longsor.
“Penyemaian awan membantu mengalihkan hujan ke area yang lebih aman, seperti lautan, yang jauh dari pemukiman padat. Kami memantau proses ini secara intensif dan memastikan penyebaran bahan semai berjalan optimal,” ujar Bayu.
Proses OMC yang Aman dan Tidak Berbahaya
Bayu memastikan bahwa air hujan yang dihasilkan dari OMC tidak berbahaya bagi lingkungan atau manusia.
“Air hujan yang terlibat dalam OMC memiliki sifat yang sama dengan hujan alami, dan kami rutin melakukan uji laboratorium untuk memastikan kualitasnya,” tambah Bayu.
Terkait dengan kekhawatiran mengenai banjir rob, Bayu menjelaskan bahwa fenomena ini lebih dipengaruhi oleh faktor astronomis, seperti pasang naik air laut, daripada hujan yang dihasilkan dari penyemaian.
“OMC tidak menyebabkan banjir rob. Hujan yang turun di laut akan tersebar luas dan tidak memengaruhi kondisi pasang surut air laut,” jelasnya.


