Situasi yang memanas membuat Dinas Pendidikan Kabupaten Jember segera turun tangan.
Tim dinas mendatangi sekolah untuk melakukan mediasi serta mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak, termasuk guru, siswa, dan orang tua.
Langkah ini dilakukan guna memastikan apakah ada pelanggaran kode etik profesi maupun prosedur perlindungan anak. Pertemuan resmi juga digelar untuk meredakan ketegangan dan mencari solusi terbaik.
Kasus dugaan penggeledahan siswa SD di Jelbuk Jember ini menjadi pengingat penting bahwa lingkungan sekolah harus menjamin rasa aman dan nyaman bagi anak.
Pendekatan yang sensitif dan edukatif dinilai lebih tepat dibanding tindakan represif. Hingga kini, proses pendalaman fakta masih berlangsung sambil menunggu hasil klarifikasi resmi dari pihak berwenang.(*)

