“Kantor perdana menteri kriminal rezim Zionis dan markas komandan angkatan udara rezim menjadi sasaran,” tambah pernyataan yang disiarkan Fars News.
Namun, verifikasi bahwa Netanyahu aman setelah serangan Iran di kantornya menjadi bukti bahwa serangan IRGC tidak mencapai target eliminasi kepemimpinan Israel.
Sebelumnya, akun media sosial ramai klaim Netanyahu mungkin melarikan diri ke Jerman.
Rumor ini terbukti palsu setelah PMO Israel konfirmasi Netanyahu bertemu Menhan, Kepala Staf, dan Direktur Mossad di Tel Aviv Minggu (1/3), memperkuat fakta Netanyahu aman setelah serangan Iran di kantornya dan kesiapan Israel hadapi serangan lanjutan.
Sebagai informasi tambahan, data Janes Defence Weekly 2026 menyebutkan bahwa sistem pertahanan udara Iron Dome Israel memiliki tingkat intercept 90% terhadap rudal balistik jarak menengah.
Statistik ini menjelaskan mengapa Netanyahu aman setelah serangan Iran di kantornya, meski serangan IRGC menggunakan teknologi rudal canggih dalam operasi tersebut.***
