Sebagai informasi, VU, korban penyiraman air keras, telah mengalami enam kali teror di wilayah Pejuang Pratama, Medan Satria, Kota Bekasi.
Rangkaian teror tersebut berlangsung sejak Agustus 2024, dengan kejadian pertama berupa perusakan ban mobil.
Di bulan Oktober, teror berlanjut dengan empat kali aksi perusakan mobil.
Puncak teror yang dialami oleh VU terjadi pada Sabtu (30/11/2024), ketika VU menjadi korban penyiraman air keras, yang membuatnya harus dirawat di rumah sakit.
Adik korban, TA, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut membuat keluarganya hidup dalam ketakutan. Mereka kini lebih waspada, terutama setelah insiden penyiraman air keras yang terjadi di dekat rumah.
“Kami memantau CCTV setiap hari untuk memastikan tidak ada orang mencurigakan yang mendekati rumah. Bahkan, kami mengurangi aktivitas di luar untuk menghindari ancaman baru,” ungkap TA. (joy/aps)


