KITAINDONESIASATU.COM- Menjelang Hari Raya Idul Fitri, permintaan kue kering Lebaran di Kota Bogor mengalami lonjakan signifikan. Di tengah gempuran tren rasa kekinian, kue kering klasik seperti nastar, kastengel, dan sagu keju justru tetap menjadi pilihan utama masyarakat dan mendominasi penjualan selama Ramadan.
Fenomena tersebut dirasakan Rafita’s Cake, salah satu sentra produksi kue kering di Jalan Soleh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, yang konsisten mempertahankan konsep classic cookies sebagai andalan setiap Ramadan.
Owner Rafita’s Cake, Noor Rafita, mengatakan kue-kue klasik masih menjadi primadona pelanggan dari tahun ke tahun.
“Yang paling laris itu nastar, kastengel, sagu keju, sama putri salju. Memang kita produksi classic cookies, kue-kue yang selalu ada di setiap rumah saat momen Lebaran,” ujar Noor Rafita, Rabu 4 Maret 2026.
Ia mengungkapkan, pihaknya sempat mencoba menghadirkan varian kue mengikuti tren kekinian seperti green tea dan red velvet. Namun, respons pasar tidak sebesar kue-kue tradisional.
“Kita pernah bikin yang mengikuti tren, seperti green tea atau red velvet, tapi kurang laku. Konsumen akhirnya tetap kembali ke nastar, kastengel, putri salju, coklat mede, sagu keju. Jadi memang lebih ke klasik,” ungkapnya.
Setiap tahunnya, Rafita’s Cake mampu memproduksi hingga 10.000 toples kue kering seiring tingginya permintaan pelanggan. Namun pada Ramadan tahun ini, target tersebut dipastikan sulit tercapai setelah salah satu cabang di Pasir Mulya menjadi korban pencurian yang menyebabkan stok kue kering Lebaran hilang.
Meski demikian, Noor Rafita menegaskan peristiwa tersebut tidak membuat usahanya berhenti beroperasi. “Kejadian pencurian kemarin tidak membuat kita putus asa. Kita tetap memperjuangkan hak-hak karyawan dengan terus berjualan dan menjaga produktivitas,” tegasnya.
Dikatakannya, produksi kue kering tetap berjalan hingga akhir Ramadan. Namun secara realistis, target produksi tahun ini harus diturunkan. “Awalnya target kami 10.000 toples. Tapi karena ada yang hilang dan sekarang sudah pertengahan Ramadan, sepertinya tidak mungkin tercapai. Kalau bisa tembus 5.000 toples saja sudah alhamdulillah banget, apalagi dengan kondisi ekonomi yang belum stabil,” jelasnya.
Untuk penjualan, Rafita’s Cake masih melayani konsumen di wilayah Kota Bogor serta pemesanan secara daring untuk area Jabodetabek. Penjualan online saat ini mendominasi sekitar 60 persen, sementara penjualan offline menyumbang 40 persen, yang sebagian besar berasal dari pelanggan loyal.
Dari sisi harga, kue kering dibanderol mulai Rp55.000 per toples. Sementara untuk paket hampers Lebaran, tersedia mulai dari Rp165.000, Rp225.000, hingga paket eksklusif seharga Rp385.000.
Hingga pertengahan Ramadan, penjualan Rafita’s Cake telah mencapai lebih dari 1.000 toples dan mendekati angka 2.000 toples.”Mudah-mudahan sampai akhir Ramadan bisa tercapai di atas 5.000 toples,” pungkasnya. (Nicko)
