Usai prosesi penyucian, kegiatan dilanjutkan dengan doa dan zikir bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum memohon perlindungan, keselamatan, dan kekuatan dalam menjalankan tugas kepolisian demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa penyucian Panji Rastra Sewakottama bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi momen refleksi bagi seluruh personel Polri.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan simbol penguatan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya yang menjadi landasan moral setiap insan Bhayangkara.
“Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polri ingin memastikan semangat pengabdian, persatuan, dan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terus terjaga serta semakin kuat,” ujar Trunoyudo.
Ia menambahkan bahwa setiap tahapan dalam prosesi penyucian memiliki pesan penting bagi seluruh anggota Polri untuk senantiasa melakukan evaluasi diri, meningkatkan profesionalisme, serta menjaga marwah institusi melalui pelayanan yang modern, humanis, dan berintegritas.
“Makna yang terkandung dalam prosesi ini menjadi pengingat bagi seluruh personel untuk terus berbenah dan memperkuat kepercayaan publik. Harapannya, Polri semakin presisi dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” katanya.

