Berita Utama

Modifikasi Cuaca Cukup Efektif Kendalikan Intensitas Hujan, BNPB: Perkecil Potensi Bencana

×

Modifikasi Cuaca Cukup Efektif Kendalikan Intensitas Hujan, BNPB: Perkecil Potensi Bencana

Sebarkan artikel ini
Pemprov DKI bekerja sama dengan BMKG lakukan upaya minimalkan dampak hujan ekstrem. (humas Pemda DKI)
Pemprov DKI bekerja sama dengan BMKG lakukan upaya minimalkan dampak hujan ekstrem. (humas Pemda DKI)

KITAINDONESIASATU.COM – Operasi modifikasi cuaca dilakukan berdasarkan analisa dan kajian komprehensif, sehingga dinilai tepat sasaran mengendalikan hujan dan memperkecil potensi bencana.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Abdul Muhari di Jakarta, Kamis 9 Januari 2025.

Ia mengatakan sejauh ini operasi modifikasi cuaca dengan cara menaburkan garam ke awan penghujan potensial menggunakan pesawat udara masih cukup efektif dalam mengendalikan intensitas hujan.

Aktivitas operasi modifikasi cuaca yang dilakukan pada bulan Desember 2024-Januari 2025 di Pulau Jawa menjadi salah satu contoh kegiatan tersebut efektif mengurangi intensitas hujan dan memperkecil potensi bencana hidrometeorologi.

BNPB menilai intensitas hujan seperti di Jawa Tengah meliputi Jepara, Pati, Demak, Semarang dan Jawa Barat meliputi Kabupaten Sukabumi, Cianjur dan sekitarnya berkurang sekitar 60-70 persen per hari setelah operasi modifikasi cuaca itu.

“Mitigasi bencana hidrometeorologi akan dilakukan dari hulu yakni mengendalikan hujan dengan operasi modifikasi cuaca dan hilir menyiapkan masyarakat dan pemerintah daerahnya termasuk tahun ini menyusul potensi hujan masih berlanjut karena fenomena La Nina,” katanya.

Namun, di balik keberhasilan tersebut diketahui anggaran yang dikeluarkan pemerintah tidak sedikit.

BNPB mencatat sepanjang 2024 pemerintah menghabiskan alokasi anggaran lebih dari Rp204,9 miliar untuk 746 sortie penerbangan pesawat dan ratusan ton garam dalam operasi modifikasi cuaca.

Antara lain di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *