Berita UtamaNews

Menit Tambahan Menjadi Kekecewaan Pelatih Tavares Saat Persebaya Dilumat 1-2 Bhayangkara FC

×

Menit Tambahan Menjadi Kekecewaan Pelatih Tavares Saat Persebaya Dilumat 1-2 Bhayangkara FC

Sebarkan artikel ini
Bernardo Tavares3
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares

KITAINDONESIASATU.COM – Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares akhirnya mengungkap kekecewaannya setelah kekalahan anak asuhnya Persebaya dari Bhayangkara FC 1-2 dalam laga pekan ke-21 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2/2026) malam.

Dalam laga itu pertandingan dipimpin seorang wasit asal Jepang Yudao Tamamoto yang menjadi kekecewaannya atas terjadinya sejumlah insiden yang dinilai Tavares mempengaruhi ritme permainan tim tuan rumah Persebaya.

Kekalahan Persebaya benar-benar membuat kekecewaan mendalam setelah rekor tak terkalahkan akhirnya terhenti di tangan Bhayangkara FC di pekan ke-21 dengan kekalahan tipis 1-2.

Berakhirnya rekor berturut-turut tak terkalahkan, membuat Bhayangkara FC pulang mengantongi poin penuh berkat dua gol dari tendangan Henri Doumbia menit ke-24 dan Mussa Sidibe menit ke-45+2, sementara Persebaya mampu membalas gol ketertinggalan dari tendangan Mihailo Perovic di menit ke-64.

Dalam laga itu jalannya pertandingan yang terlalu sering berhenti menjadi sosoratan pelatih asal Portugal ini, situasi ini sangat menghambat strategi yang telah ia siapkan, terutama saat memanfaatkan kecepatan pemain muda membokar pertahanan Bhayangkara FC.

Tavares mengungkap Persebaya menaruh pemain muda di lini tertentu karena mereka memiliki kecepatan, namun itu tidak ada kesempatan karena pertandingan terlalu sering berhenti.

Di sisi lain Bernardo Tavares juga mempertanyakan keputusan wasit terkait tambahan waktu terlalu singkat yang diberikan, sebab ia merasa durasi terlalu singkat mengingat banyaknya penghentian yang terjadi.

Ia mengira dia wasit Indonesia dia memahami, namun ini orang Jepang, memiliki kewarganegaraan seperti Ogawa, Bernardo kemudian menyindir ayolah berbincara kepadanya berikan perpanjangan tambahan beberapa menit.

Meski begitu Bernaro menegaskan kekalahan timnya bukan semata-mata disebabkan keputusan lapangan, namun ia mengakui Bhayangkara FC bermain lebih efektif dalam memanfaatkan peluangnya.

Bernardo juga mengaku tidak mengatakan jika kekalahan Persebaya karena wasit, karena tim lawan mencetak dua gol, sementara Persebaya mencetak satu gol, ini menjadi fakta dan catatan yang ada di lapangan.

Para pemain persebaya dinilai oleh Tavares kurang tenag dalam menyelesaikan peluang yang didapat terutama babak pertama.

Persebaya memiliki banyak peluang, namun hanya mampu mencetak satu golo sementara Bhayangkara FC membutuhkan dua tembakan untuk mendapatkan dua gol hal ini lantara Persebaya tidak mampu menembak bola dengan akurat.

Oleh karena itu dari hasil laga melawan Bhayangkara FC Tavares masih perlu melakukan evaluasi mendalam guna menghadapi laga berikutnya.

Kedalaman bermain dan mental sangat penting bagi tim untuk memperbaiki performa terutama dalam efektivitas penyelesaikan di akhir dan konsistensi permainan untuk meraih kemenangan. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *