Data teknis menunjukkan bahwa produsen industri otomotif lokal memiliki kapasitas memadai untuk memenuhi kebutuhan program tersebut dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) melebihi 40%.
Dengan demikian, substitusi impor pikap melalui produksi domestik dalam kerangka impor 105.000 pikap India untuk Koperasi Desa Merah Putih 2026 merupakan opsi yang layak dipertimbangkan.
Rincian impor pikap yang direncanakan mencakup 70.000 unit pikap 4×4 dan 35.000 truk roda enam dari Mahindra & Mahindra serta Tata Motors, dengan jadwal pengiriman sepanjang 2026.
Implementasi impor 105.000 pikap India untuk Koperasi Desa Merah Putih 2026 tanpa kajian dampak terhadap industri otomotif lokal berpotensi menciptakan distorsi pasar impor pikap.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengonfirmasi bahwa pemenuhan kebutuhan 70.000 unit melalui industri otomotif lokal dapat menghasilkan multiplier effect ekonomi mundur senilai Rp 27 triliun.
Estimasi ini memperkuat argumen bahwa pembatalan impor 105.000 pikap India untuk Koperasi Desa Merah Putih 2026 akan memberikan dampak positif signifikan bagi impor pikap berbasis domestik.


