“Ribet amat bagi-bagi kue nya”
— @netizen_ceria, 4 jam lalu (5 likes)
“Biar mereka bisa jadi gubernur ”
— @santuybanget, 11 jam lalu (485 likes)
“5 propinsi = 5 jatah kursi baru = 5 jatah anggaran….dikira negara milik kakekmuuuu ??”
— @pansosaja, 11 jam lalu (4 likes)
“Mereka lagi nyari lapangan pekerjaan baru buat anak cucu dan saudaranya semakin dipecah semakin banyak kursi anggota dewan utk mereka perebutkan”
— @masih_sad, 3 jam lalu (5 likes)
Sebagian besar netizen tampak meragukan niat baik dari pemekaran ini. Mereka khawatir bahwa alih-alih meningkatkan pelayanan publik, rencana ini hanya akan menambah beban anggaran negara dan membuka peluang korupsi serta rebutan kursi jabatan.
Tantangan Besar di Balik Pemekaran
Selain pro dan kontra dari masyarakat, tantangan utama dari pemekaran adalah bagaimana memastikan efisiensi pengelolaan daerah baru, tanpa menambah beban APBD/APBN secara berlebihan.
Selain itu, harus dipastikan bahwa pemekaran benar-benar memberikan dampak positif kepada masyarakat, bukan sekadar penciptaan struktur birokrasi tambahan.
Pemerintah daerah juga perlu melakukan sosialisasi intensif agar masyarakat memahami maksud dan manfaat dari pemekaran ini, sehingga tidak menimbulkan kesan bahwa hal ini hanya upaya segelintir elite untuk memperluas kekuasaan atau kepentingan politik.
Apakah wacana ini akhirnya akan direalisasikan atau hanya menjadi isu musiman belaka, tentu masih perlu waktu dan proses panjang.


