Berita UtamaNews

Menanti Arah Kebijakan AS, Warga Gaza Berharap Trump Dapat Akhiri Konflik

×

Menanti Arah Kebijakan AS, Warga Gaza Berharap Trump Dapat Akhiri Konflik

Sebarkan artikel ini
FotoJet 22
Warga Gaza di pengungsian. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Di tengah konflik yang berkepanjangan antara Hamas dan Israel, banyak warga Gaza berharap pada perubahan politik di Amerika Serikat untuk membawa perdamaian.

Mamdouh al-Jadba, seorang warga Gaza yang kini hidup sebagai pengungsi di Kota Gaza setelah terusir dari Jabalia, mengungkapkan keinginan mendalamnya akan kedamaian.

“Kami terpaksa mengungsi, kami dibunuh, dan tidak ada yang tersisa bagi kami. Kami mendambakan perdamaian,” katanya, dikutip dari AFP pada Rabu (6/11/2024).

Al-Jadba menaruh harapan pada mantan Presiden AS Donald Trump, yang baru saja kembali memenangkan kursi kepresidenan AS.

Ia berharap sosok Trump mampu memberi pengaruh besar untuk mengakhiri konflik antara Hamas dan Israel yang telah merusak kehidupan warga Palestina.

“Saya berharap Trump bisa menemukan solusi; kami membutuhkan sosok kuat seperti Trump untuk mengakhiri perang dan menyelamatkan kami,” tambahnya.

Di sisi lain, terlepas dari situasi genting di Gaza, PBB mengumumkan pada hari yang sama bahwa kampanye vaksinasi polio berhasil diselesaikan. Lebih dari setengah juta anak divaksinasi meskipun terjadi konflik.

Inisiatif vaksinasi ini menunjukkan bagaimana upaya kemanusiaan tetap berusaha dijalankan di tengah situasi yang memprihatinkan.

Dari pihak Hamas, respons terkait kemenangan Trump disampaikan pada Rabu. Kelompok ini menyatakan akan menilai kebijakan pemerintahan baru AS berdasarkan sikap terhadap rakyat Palestina dan hak-hak mereka.

“Pandangan kami terhadap pemerintahan baru AS akan ditentukan oleh sikap mereka terhadap rakyat Palestina, hak-hak sah, dan tujuan keadilan mereka,” bunyi pernyataan Hamas.

Secara terpisah, pejabat senior Hamas, Bassem Naim, menegaskan bahwa AS, di bawah kepemimpinan Trump, seharusnya mengakhiri “dukungan tanpa syarat” terhadap Israel dalam konflik yang sedang berlangsung di Gaza.

Naim menyoroti bahwa “dukungan membabi buta terhadap entitas Zionis ini harus diakhiri demi masa depan rakyat kami, keamanan, dan stabilitas kawasan.”

Seiring dengan perkembangan politik ini, banyak pihak melihat bahwa kembalinya Trump mungkin membawa perubahan pada kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah. Trump dikenal memiliki pendekatan yang lebih agresif terhadap Iran, yang dianggap oleh Israel sebagai ancaman utama di kawasan.

Di lain pihak, kebijakan Trump yang cenderung mendukung penuh Israel membuat Hamas dan kelompok Palestina lainnya meragukan kemungkinan adanya peran positif dalam menyelesaikan konflik secara damai.

Meski begitu, bagi sebagian warga Gaza seperti al-Jadba, kehadiran pemimpin kuat di AS diharapkan dapat memberi peluang baru untuk mengakhiri perang yang telah lama mereka rasakan.- ***

Dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *