KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Agama (Menag), KH. Nasaruddin Umar, menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi ambruknya musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Insiden yang terjadi saat para santri tengah melaksanakan salat Ashar berjemaah pada Senin (29/9) ini telah merenggut nyawa tiga santri dan melukai puluhan lainnya.
Saat meninjau langsung lokasi kejadian pada Selasa (30/9), Menag memberikan dukungan moral kepada keluarga korban dan pihak pesantren. Ia menyebut santri yang wafat dalam musibah ini berpulang dalam keadaan mulia.
“Kita semua berduka atas musibah ini. Tiga santri yang meninggal dunia, Insya Allah mereka adalah syuhada (syahid). Mereka meninggal saat sedang beribadah di rumah Allah,” ujar Menag.
Menag memastikan Kementerian Agama akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengusut tuntas penyebab ambruknya bangunan yang masih dalam tahap pembangunan ini, yang diduga akibat kegagalan konstruksi.
Tim SAR gabungan masih terus berjuang mencari dan mengevakuasi santri lain yang masih terjebak di reruntuhan. Menag juga menjamin seluruh biaya perawatan korban luka akan ditanggung sepenuhnya.(*)

