Diajak Main Bareng Warkop
Nama Mat Solar dilekatkan pada Nasrullah setelah ia ikut main bareng di layar lebar dengan pelawak dari Universitas Indonesia, Warkop (warung kopi) pada era ‘70-an.
Kemudian nama grup lawak Warkop Prambors berganti nama Warkop DKI, pada 1986. Di mana DKI diambil dari singkatan anggota-anggotanya; Dono, Kasino, dan Indro.
Jauh sebelumnya, nama Mat Solar sebenarnya berawal saat anak dari pasangan Muhamad Ali Sidik dan Rosani ini menjadi pemeran utama di Teater Mama.
Di mana teater tersebut kerap mengisi acara di TVRI, pada 1978 hingga 1982, alumni Jurusan Sosiologi dari Universitas Indonesia ini memerankan tokoh Mat Solar.
Dari teater komedi Betawi tersebut suami dari Ida Nurlaela ini mengawali kariernya, pada 1976, saat masih duduk di bangku kelas II SMP.
Setelah itu nama Mat Solar seakan lenyap. Meski demikian tak sepenuhnya vakum, karena selain aktif berpolitik di PPP, Nasrullah juga bermain sebagai pemeran pendukung di beberapa sinetron.
Seperti Senggal-Senggol (1996) di RCTI, Sorga Di Bawah Telapak Kaki Ibu (SCTV), Raja Sawer (ANTV), dan Luv (RCTI).
Tak hanya itu, dia juga pernah berpartisipasi di Radio Suara Kejayaan (1986) dan menjadi manajer produksi di Bens Radio (1990).
Nama Mat Solar kembali terangkat, seiring melejitnya serial “Bajaj Bajuri” yang tayang di Trans TV, pada 7 Mei 2002.
Ide serial tersebut muncul dari Hardi, Syarifuddin Jaluski, dan Nasrullah yang sepakat membuat serial yang mengangkat tentang bajaj.
Sebelum bernama Bajaj Bajuri, judul sinetron tersebut adalah Bajaj Bang Mamat. Bajuri adalah nama tokoh yang diperankan Nasrullah dalam film pertamanya yang berjudul “Mendung Tak Selamanya Kelabu” (1982).
Kemudian dilanjutkan di sinetron “Tukang Bubur Naik Haji” yang ditayangkan di stasiun televisi swasta RCTI, pada 28 Mei 2012. (Aris MP)

