Berita UtamaSepakbola

Mantan Murid Pelatih Luis Enrique Masuk Bursa Kandidat Pelatih Timnas Indonesia

×

Mantan Murid Pelatih Luis Enrique Masuk Bursa Kandidat Pelatih Timnas Indonesia

Sebarkan artikel ini
STY Jesus Casas
STY saat bersama Jesus Casas saat masih melatih Timnas Irak. foto: X@timnas xtra

KITAINDONESIASATU.COM – Setelah berpisah dengan pelatih Patrick Kluivert, arsitek sepakbola Spanyol, Jesus Casas tiba-tiba muncul sebagai kandidat calon pelatih Timnas Indonesia.

Selain muncul nama Jesus juga muncul sejumlah nama lain seperti pelatih Persib Bandung asal Kroasia, Bojan Hodak dan Timur Kapadze pelatih asal Uzbekistan hingga Heimir Hallgrimsson, pelatih asal Islandia.

Sementara kemunculan Jesus Casas muncul sebagai kandidat utama untuk posisi pelatih kepala timnas Indonesia, berkat pengalaman suksesnya di Asia dan memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) saat ini sedang mempercepat proses pencarian pelatih baru, setelah PSSI memutus kontrak lebih awal pelatih Patrick Kluivert.

Beberapa media di luar negeri seperti media di Vietnam dan Irak di antara para kandidat potensial, ahli strategi asal Spanyol, Jesus Casas, muncul sebagai pilihan utama berkat pengalaman dan prestasinya yang mengesankan di Asia.

Pelatih Jesus Casas sangat dihormati atas kemampuannya yang telah teruji saat memimpin timnas Irak menjuarai Piala Teluk pada tahun 2023, mengakhiri penantian gelar juara negara tersebut selama 42 tahun.

Sebelumnya, ia juga pernah bekerja sebagai asisten pelatih Luis Enrique di Timnas Spanyol dan klub Barcelona B, mengumpulkan pengalaman bekerja di lingkungan terbaik dunia.

Sejauh ini profilnya Jesus disebut-sebut sepenuhnya sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh PSSI, itu sebabnya pria kelahiran 23 Oktober 1973 ini disebut ideal memimpin Timnas Indonesia.

Ketum PSSI, Erick Thohir sebelumnya juga telah menyampaikan permintaannya kepada publik untuk pelatih yang memahami sepak bola Asia, mampu mengintegrasikan pemain naturalisasi secara efektif, dan membangun rencana pengembangan jangka panjang bagi tim.

Bahkan PSSI sendiri juga telah mewawancarai banyak kandidat dari berbagai benua, tetapi pengalaman Casas di Asia merupakan nilai tambah yang nyata.

Keputusan penunjukan pelatih baru mendapat tekanan besar dari opini publik setelah kegagalan di kualifikasi Piala Dunia 2026.

Kepergian Patrick Kluivert terjadi di tengah kritik yang masih diterima PSSI atas keputusan pemecatan pendahulunya, Shin Tae-yong, yang mencetak sejarah dengan membawa Indonesia ke babak kualifikasi ketiga untuk pertama kalinya.

PSSI diperkirakan akan membuat keputusan akhir segera setelah putaran wawancara tatap muka dan mengumumkan pelatih kepala baru bulan ini, atau paling lambat awal Desember 2025. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *