“Kirab ini menjadi pengingat akan harga diri dan martabat nenek moyang kita yang membentuk jati diri masyarakat Sunda hari ini,” ujar Rudy menegaskan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi tentang filosofi kepemimpinan berbasis nilai-nilai Mahkota Binokasih. Acara juga dimeriahkan oleh pesta rakyat dan pertunjukan wayang golek sebagai bentuk pelestarian budaya lokal.
Dengan semangat “Kuta Udaya Wangsa,” Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen untuk terus menghidupkan kembali semangat sejarah, budaya, dan kearifan lokal sebagai fondasi membangun masa depan yang lebih beradab dan bermartabat. (Nicko)


