KITAINDONESIASATU.COM – Bencana longsor yang menerjang Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, meninggalkan duka mendalam. Sebanyak 400 jiwa terdampak dan kini terpaksa mengungsi di GOR desa setempat setelah rumah mereka terancam akibat pergerakan tanah.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Setiawan ,turun langsung meninjau lokasi pengungsian dan memastikan aparat kepolisian akan terus memantau kondisi para korban. Dari hasil peninjauan lapangan, berbagai kebutuhan mendesak pengungsi telah didata dan dipastikan segera dipenuhi.
“Kami sudah mendengar langsung apa saja kebutuhan warga dan akan segera melengkapinya. Tim pemulihan trauma juga akan diterjunkan untuk membantu anak-anak dan para pengungsi,” ujar Rudi saat meninjau lokasi, Sabtu (24/1) malam.
Ia mengungkapkan, kebutuhan paling mendesak saat ini meliputi obat-obatan bagi pengungsi yang sakit, serta kasur dan selimut mengingat suhu udara dingin di kawasan penampungan.
Sementara itu, proses pencarian korban longsor dipastikan akan kembali dilanjutkan pada Minggu (25/1) pagi. Namun, tim gabungan menghadapi tantangan berat karena kondisi tanah di lokasi longsor masih sangat berbahaya.
“Hasil asesmen menunjukkan tanah masih berlumpur dan tergenang air dengan kedalaman sekitar lima meter. Kondisi ini sangat berisiko dan menjadi kendala utama pencarian,” jelas Rudi.
Di sisi lain, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar mengonfirmasi telah menerima 10 kantong jenazah dari lokasi bencana. Dari jumlah tersebut, lima korban telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga, sementara lima jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi.
Rincian temuan menunjukkan delapan jenazah ditemukan dalam kondisi utuh, sedangkan dua lainnya hanya berupa potongan tubuh.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengungkapkan dari korban yang ditemukan, satu bagian tubuh berupa tangan telah berhasil diidentifikasi melalui sidik jari, sementara satu bagian tubuh lainnya berupa kaki masih menunggu pembanding DNA. (*)


