KITAINDONESIASATU.COM – Momen Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 1446 H/2025 M berubah menjadi memilukan. Pasalnya, dua warga Desa Jelantik, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara, terluka cukup parah akibat terkena ledakan petasan berukuran 8 Kilogram (Kg) pada Hari Raya Idulfitri.
Kedua korban saat ini tengah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit Provinsi NTB.
Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi mengatakan, kronologi terjadi pada Senin, 31 Maret 2025, sekitar pukul 16.00 WIB. Ketika itu IR dan IG membawa sisa petasan yang berukuran 8 Kg yang belum diledakkan pada malam Lebaran ke pinggir kali tidak jauh dari rumahnya.
Setiba di pinggir kali langsung membakar sumbu petasan tersebut, namun setelah berkali-kali dibakar petasan tidak kunjung meledak. Kedua korban pun akhirnya membawa petasan tersebut ke rumah AR untuk mengecek kenapa petasan tersebut tidak juga meledak.
Nah, pada saat sedang diotak-atik tiba-tiba petasan tersebut meledak hingga mementalkan korban. Korban IR yang terpental terluka dengan ibu jari dan telunjuk tangan kirinya putus. Ia juga terluka pada bagian kaki dan wajahnya. Sementara korban IG terluka pada kaki kiri dan kanan.
“Masyarakat uang mendengar ledakan tersebut langsung mengecek ke lokasi dan melihat korban dalam kondisi bersimbah darah terkapar,’’ ujar Iptu Lalu Brata, Selasa, 1 April 2025.
Informasi sementara bahwa petasan tersebut dirakit oleh korban. Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. (*)


