“Malam ini Insyaallah akan hadir juga ke Pendopo, kemudian kita sudah melaksanakan perbaikan transportasi. Kemarin kita luncurkan Transjabodetabek bersama Pak Gubernur Jakarta, Pramono Anung, Wakil Bupati, Pak Ade, rutenya Bogor – Blok M. Masuk Kota Bogor, keluar di Sentul dan Cibinong-Citeureup sampai Jakarta, jadi ini merupakan kolaborasi,” jelas Dedie.
Tak hanya sektor transportasi, kerja sama juga diperluas pada isu penting lainnya seperti penanganan sampah.
Menurut Dedie, seluruh rangkaian kegiatan HJB Run 2025 ini adalah simbol nyata dari “menapak sejarah” bagi Kota dan Kabupaten Bogor.
“Karena Kota Bogor dan Kabupaten Bogor tidak bisa dipisahkan,” tegas Dedie Rachim.
Dukungan atas kolaborasi ini juga datang dari Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara. Ia menyatakan rasa bahagianya atas bersatunya dua wilayah dalam semangat yang sama.
Ketua Kormi Kabupaten Bogor, Rike Iskandar, menjelaskan bahwa ide pelaksanaan HJB Run 2025 muncul dari semangat kebersamaan yang terjalin di antara pimpinan Kota dan Kabupaten Bogor.
“Harapan sinergi antara kota dan kabupaten bisa berdampak pada pembangunan kedua wilayah untuk kepentingan masyarakat. Karena hari ini Bogor tidak bisa dibangun oleh ego masing-masing,” tuturnya.
Sebagai informasi, HJB Run 2025 menempuh jarak 21 kilometer dari Balai Kota Bogor menuju Pendopo Bupati, dengan batas waktu tempuh 2 jam 30 menit. Rute yang dilalui dirancang melewati sejumlah titik bersejarah di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, memperkuat makna pelestarian nilai-nilai sejarah dalam balutan olahraga masyarakat. (Nicko)

