KITAINDONESIASATU.COM – Apakah mimpinya Lamine Yamal mendapatkan Ballon d’Or pupus?
Laga final UEFA Nations League 2024/25 antara Spanyol dan Portugal meninggalkan banyak cerita, terutama bagi para penggemar muda berbakat seperti Lamine Yamal.
Meski musim cemerlangnya bersama Barcelona menjadikannya salah satu kandidat kuat Ballon d’Or, penampilan Lamine Yamal di final membuat publik bertanya-tanya: apakah peluang itu kini sirna?
Pertandingan Sengit di Allianz Arena
Final yang digelar di Allianz Arena berakhir dramatis. Gol-gol dari Martin Zubimendi, Nuno Mendes, Mikel Oyarzabal, dan Cristiano Ronaldo membawa pertandingan ke perpanjangan waktu.
Tanpa gol tambahan selama 30 menit, adu penalti jadi penentu — dan Portugal menang 5-3 setelah Alvaro Morata gagal mengeksekusi tendangan.
Namun, bukan Morata yang menjadi sasaran kritik publik. Lamine Yamal, pemain muda yang selama ini dielu-elukan sebagai “the next big thing”, justru menjadi target kemarahan dan sindiran netizen.
Kritik Pedas untuk Yamal di Media Sosial
Meski baru berusia 17 tahun, ekspektasi publik terhadap Yamal sudah setinggi langit. Penampilannya di final dianggap kurang menggigit, terutama saat harus berhadapan dengan Nuno Mendes, bek kiri PSG yang tampil solid. Di media sosial, komentar miring pun bermunculan:
“Yamal digantikan dan dibayangi oleh Ronaldo – jenderal tua berusia 40 tahun.”


