Berita UtamaSepakbola

Lamine Yamal Cedera Usai Bela Spanyol, Bisa Absen Lawan Newcastle, Flick Marah ke Timnas!

×

Lamine Yamal Cedera Usai Bela Spanyol, Bisa Absen Lawan Newcastle, Flick Marah ke Timnas!

Sebarkan artikel ini
Yamal Barcelona
Lamine Yamal pemain Barcelona (IG@barcelona)

KITAINDONESIASATU.COM – Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, cedera usai membela Timnas Spanyol, berisiko absen lawan Newcastle di Piala Eropa. Simak update cedera, dampak bagi Blaugrana, dan ancaman absen panjang.

Masa depan cerah Lamine Yamal terancam kabut cedera. Sang bintang muda Barcelona, yang baru berusia 17 tahun, dipastikan absen dalam laga penting kontra Valencia di pekan ke-4 La Liga akibat cedera di area kemaluan.

Klub mengonfirmasi melalui X bahwa pemain tersebut “mengalami ketidaknyamanan di area kemaluan dan saat ini tidak dapat berlatih atau bermain.” Kembalinya ke lapangan sepenuhnya bergantung pada proses pemulihan, yang membuat masa depannya di laga-laga mendatang—termasuk potensi pertandingan melawan Newcastle—menjadi sangat diragukan.

Baca Juga  Kecanduan Judi Online, Pemuda di Lahat Tega Mutilasi Ibu Kandung

Cedera itu terjadi setelah Yamal tampil penuh untuk Timnas Spanyol dalam dua laga internasional terakhir, meskipun sedang mengalami rasa sakit.

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Dalam konferensi pers sebelum laga, ia menyatakan: “Lamine tidak akan bisa bermain melawan Valencia. Sayang sekali. Dia bermain untuk tim nasional meskipun masih kesakitan. Harus main 79 menit, lalu 73 menit, bahkan tidak sempat berlatih di antara pertandingan karena cederanya.”

Flick melanjutkan dengan nada kritis terhadap manajemen Timnas Spanyol.

Baca Juga  Kemenangan Indah Real Madrid atas Barcelona Diwarnai Permainan Dramatis

“Itu benar-benar bukan cara untuk merawat pemain. Spanyol punya tim terkuat di dunia, dengan pemain terbaik di semua posisi. Mereka harus belajar melindungi talenta muda seperti Yamal. Tapi situasinya memang seperti ini. Saya benar-benar sedih,” kata dia.

Pernyataan itu memicu diskusi luas soal beban pemain muda di level internasional dan tanggung jawab federasi dalam rotasi skuad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *