“Makanya saya lari lah ke mobil tuh, setelah saya di mobil bis nya maju tuh tapi setengah jalan, maju dikit gak lama mundur lagi kan makin memperlambat mobil saya, kondisi arus lalu lintas lancar bang,” lanjut Rafi.
Lebih lanjut kata Rafi, dalam kondisi darurat itu sang pasien terus mendapatkan penanganan medis Resusitasi Jantung Paru (RJP) didalam ambulans dengan harapan pasien kondisinya bisa membaik.
“Itu pasien udah di RJP oleh perawat temen saya, udah di RJP nah pas di belakang bis itu udah mulai ada nafasnya lagi, udah sempat setengah jam disitu,” ujarnya.
Bahkan, Rafi mengatakan sempat meminta kepada sopir dan kernet bus tersebut turun dan melihat kondisi pasien yang sedang membutuhkan penanganan medis darurat. Namun, hal itu diabaikan oleh sopir bis itu dan tetap menahan laju ambulans.
“nah pas bus itu di depanĀ pom bensin itu saya panggil sopir sama kernetnya untuk turun biar masalah ini gak jadi diperpanjang gitu lho bang, melihat kondisi korban dan meminta maaf ke keluarga korban, turun dulu liat kondisi pasien, ya pas sampai di RS itu pasien sudah dinyatakan meninggal bang, karena mungkin ya gak dapat penanganan medis” tutupnya. (Eka Jaya Saputra)

