Berita UtamaNews

Lagi Jurnalis Gugur Menjadi Target Penembakan dengan Drone Israel di Jalur Gaza

×

Lagi Jurnalis Gugur Menjadi Target Penembakan dengan Drone Israel di Jalur Gaza

Sebarkan artikel ini
wartawan tewas di gaza
Mobil yang dikendarai wartawan di Gaza terbakar hebat setelah menjadi target penembakan menggunakan drone di Gaza.

KITAINDONESIASATU.COM – Koresponden Al Jazeera Mubasher di Jalur Gaza, Muhammad Washah tewas menjadi korban penembakan menggunakan drone di sebelah barat Kota Gaza, Rabu (8/4/2026).

Sebuah drone berisi bahan peledak menghantam mobil yang dikendarai Muhammad Washah, sebuah drone Israel meledak setelah menargetkan mobilnya yang sedang berada di sebelah barat Kota Gaza.

Kejahatan ini terjadi dalam konteks penargetan sistematis terhadap jurnalis yang melaporkan kebenaran tentang pembantaian dan situasi kemanusiaan yang tragis di sektor wilayah tersebut.

Sementara koresponden Al Jazeera Shadi Shamia seorang teman korban menunjukkan bahwa pembunuhan Wisha (panggilan Muhammad Washah) terjadi setelah kampanye hasutan yang jelas oleh juru bicara tentara pendudukan Israel terhadapnya sejak awal perang Gaza terakhir yang termasuk dalam kebijakan membungkaman suara dan membunuh saksi mata.

Baca Juga  Eskalasi Memanas: Rudal Iran Hantam Israel, Ledakan Dahsyat Guncang Yerusalem

Juru bicara Pertahanan Sipil di Gaza, Mahmoud Basal menjelaskan bahwa sebuah drone Israel menembakkan rudal langsung ke mobil pribadi yang ditumpangi Washah saat ia melewati Jalan Rashid dekat persimpangan Nabulsi.

Basal membenarkan bahwa pemboman tersebut mengakibatkan gugurnya Washah dan rekannya seketika setelah kendaraan tersebut terbakar habis.

Ia mencatat bahwa tim pertahanan sipil bergegas ke lokasi kejadian untuk memadamkan api dan mengambil jenazah di tengah kondisi lapangan yang sulit, dan jenazah mereka dipindahkan ke Rumah Sakit Martir Al-Aqsa.

Baca Juga  Akses Jalan ke Jakarta Disekat, Minimalisir Konvoi Kendaraan Malam Tahun Baru

Juru bicara sipil tersebut mengungkapkan bahwa Wishah sebelumnya pernah menjadi target percobaan pembunuhan selama peliputannya tentang perang Gaza baru-baru ini dan sebelumnya.

Jaringan Media Al Jazeera mengkonfirmasi dalam pernyataan resmi bahwa pembunuhan Wishah merupakan kejahatan keji dan merupakan kelanjutan dari penargetan sistematis terhadap jurnalis.

“Bahwa operasi ini bukanlah tindakan acak tetapi kejahatan yang disengaja untuk mengintimidasi para profesional media dan mencegah mereka menjalankan misi mereka untuk menyampaikan kebenaran,” ujar seorang jurnalis di lansir Aljazeera.

Baca Juga  Jeritan Malam di Karawang: Ayah Tewas Ditusuk Anak Kandung yang Masih Pelajar

Pernyataan Al Jazeera menambahkan bahwa pembunuhan Wishah merupakan pelanggaran mencolok baru terhadap hukum dan norma internasional serta kelanjutan dari kebijakan menargetkan jurnalis.

Mencatat bahwa pembunuhan tersebut terjadi dalam konteks eskalasi berbahaya yang menargetkan para profesional media untuk mencegah penyampaian gambaran sebenarnya tentang apa yang terjadi di Jalur Gaza.

Jaringan media tersebut menyatakan pasukan pendudukan Israel bertanggung jawab penuh atas kejahatan tersebut, yang termasuk dalam pola penargetan sistematis terhadap jurnalis kami. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *