Selain itu, peningkatan yield obligasi pemerintah AS di kisaran 7-11 basis points (bps) yang secara jangka panjang sudah menembus di atas 5 persen turut berpotensi menjadi faktor pelemahan kurs rupiah.
Untuk Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), diperkirakan kebijakan suku bunga akan antisipatif terhadap pelemahan rupiah saat ini, sehingga ruang penurunan suku bunga juga sangat terbatas.***



